Ada yang ingin mencari informasi, melihat layanan, membaca artikel, membandingkan produk, atau menghubungi sebuah bisnis. Namun, tujuan tersebut dapat terganggu ketika pengunjung kesulitan menemukan halaman yang mereka butuhkan.
Karena itu, pemilik website perlu memperhatikan struktur navigasi sejak awal proses pengembangan. Dengan susunan menu, kategori, tautan, dan tombol yang tepat, pengunjung dapat menemukan informasi secara lebih cepat sekaligus menjelajahi website dengan lebih leluasa.
Menyusun Menu Berdasarkan Kebutuhan Pengunjung
Langkah pertama untuk mempermudah navigasi website yaitu menyusun menu berdasarkan kebutuhan pengunjung. Pemilik website perlu menentukan halaman apa saja yang paling sering pengguna cari.
Misalnya, website perusahaan dapat menggunakan menu Beranda, Tentang Kami, Layanan, Portofolio, Artikel, dan Kontak. Dengan susunan tersebut, pengunjung dapat memahami fungsi setiap halaman hanya dengan melihat menu utama.
Menggunakan Nama Menu yang Jelas
Selain susunan, pemilihan nama menu juga perlu mendapat perhatian. Gunakan istilah yang langsung menggambarkan isi halaman. Hindari nama menu yang terlalu unik jika istilah tersebut dapat membuat pengunjung menebak-nebak. Dengan demikian, pengunjung dapat mengambil keputusan dengan cepat ketika ingin berpindah halaman.
Membuat Struktur Navigasi yang Sederhana
Navigasi yang sederhana dapat membantu pengunjung menemukan informasi tanpa melewati terlalu banyak tahapan. Oleh karena itu, kelompokkan halaman yang memiliki hubungan ke dalam kategori yang sesuai. Selanjutnya, buat hierarki halaman secara logis. Halaman utama dapat mengarah ke kategori, kemudian kategori dapat mengarah ke halaman yang lebih spesifik.
Menghindari Terlalu Banyak Pilihan
Terlalu banyak pilihan dalam satu menu dapat membuat pengunjung merasa bingung. Karena itu, prioritaskan halaman yang paling penting dan kelompokkan halaman tambahan ke dalam kategori atau submenu. Dengan cara tersebut, website tetap menyediakan banyak informasi tanpa membuat tampilan menu terlihat penuh.
Memanfaatkan Internal Link
Selain menu utama, gunakan internal link untuk membantu pengunjung berpindah ke informasi yang berkaitan. Misalnya, sebuah artikel tentang SEO dapat mengarahkan pembaca menuju artikel lain yang membahas optimasi website.
Kemudian, gunakan anchor text yang menjelaskan tujuan tautan. Dengan begitu, pengunjung dapat mengetahui informasi yang akan mereka temukan sebelum mengeklik tautan.
Menempatkan Tautan Secara Natural
Letakkan internal link pada bagian yang memiliki hubungan langsung dengan pembahasan. Hindari memasukkan terlalu banyak tautan dalam satu paragraf karena kondisi tersebut dapat mengganggu alur membaca. Selain itu, pastikan setiap tautan mengarah ke halaman yang relevan agar pengunjung mendapatkan pengalaman yang konsisten.
Mengoptimalkan Navigasi untuk Mobile
Pengunjung dapat mengakses website menggunakan smartphone, tablet, maupun komputer. Oleh sebab itu, navigasi perlu menyesuaikan ukuran layar perangkat. Pada perangkat mobile, gunakan menu yang mudah ditemukan dan tombol yang mudah disentuh. Kemudian, pastikan submenu tidak membuat pengunjung kesulitan kembali ke halaman sebelumnya.
Memperhatikan Ukuran Tombol
Tombol navigasi perlu memiliki ukuran yang nyaman untuk pengguna layar sentuh. Berikan jarak yang cukup antara satu tombol dengan tombol lainnya agar pengunjung tidak salah memilih.
Menambahkan Fitur Pencarian
Website dengan jumlah halaman yang banyak dapat menyediakan fitur pencarian. Fitur tersebut membantu pengunjung menemukan informasi tertentu tanpa harus membuka banyak menu. Namun, buat kolom pencarian mudah ditemukan dan gunakan tombol yang jelas. Selanjutnya, pastikan sistem pencarian dapat menampilkan hasil yang relevan dengan kata yang pengguna masukkan.
Menggunakan Breadcrumb
Breadcrumb dapat membantu pengunjung memahami posisi mereka dalam struktur website. Misalnya, halaman dapat menampilkan jalur seperti Beranda > Artikel > SEO > Optimasi Website. Dengan adanya jalur tersebut, pengunjung dapat kembali ke kategori sebelumnya tanpa harus membuka menu utama dari awal.
Melakukan Pengujian Navigasi
Setelah menyusun navigasi, lakukan pengujian menggunakan sudut pandang pengunjung. Coba cari beberapa informasi penting dan perhatikan berapa banyak langkah yang diperlukan. Kemudian, minta beberapa pengguna mencoba website dan mencatat bagian yang membuat mereka bingung.
Gunakan hasil tersebut untuk melakukan perbaikan. Selain itu, pantau data perilaku pengunjung secara berkala. Jika banyak pengguna meninggalkan halaman tertentu atau jarang membuka kategori tertentu, periksa kembali struktur navigasinya.
Kesimpulan
Pada akhirnya, mempermudah navigasi website membutuhkan menu yang jelas, struktur sederhana, internal link yang relevan, tampilan mobile yang nyaman, fitur pencarian, serta breadcrumb yang membantu pengunjung memahami posisi halaman. Oleh karena itu, pemilik website perlu menguji navigasi secara berkala dan memperbaikinya berdasarkan kebutuhan pengguna.
Jika bisnis ingin meningkatkan visibilitas website sekaligus mendukung pengalaman pengguna melalui strategi optimasi digital, jasa seo medan dari Punca Digitala dapat menjadi bagian dari strategi tersebut.
