Menentukan Harga Jual dari HPP dengan Perhitungan yang Tepat

Menentukan harga jual dari HPP membantu pemilik usaha mengetahui harga yang masuk akal untuk setiap produk.

HPP atau Harga Pokok Penjualan menunjukkan biaya yang kamu keluarkan untuk mendapatkan atau menghasilkan barang.

Dengan mengetahui angka tersebut, kamu bisa menetapkan harga jual tanpa mengorbankan keuntungan.

Kesalahan dalam menentukan harga bisa berdampak pada kondisi bisnis. Harga terlalu rendah membuat keuntungan semakin kecil.

Sementara itu, harga terlalu tinggi dapat membuat pelanggan mencari pilihan lain. Karena itu, pahami HPP sebelum menetapkan harga jual produk.

Apa Itu HPP?

HPP merupakan total biaya yang berkaitan dengan barang yang kamu jual. Pada bisnis dagang, perhitungannya bisa berasal dari harga pembelian barang dan biaya lain yang berkaitan dengan pengadaan produk.

Sementara pada bisnis produksi, HPP dapat mencakup bahan baku, tenaga kerja, serta biaya produksi lainnya.

Dengan mengetahui HPP, kamu memiliki dasar yang lebih jelas untuk menentukan harga jual dan menghitung keuntungan setiap transaksi.

Cara Menentukan Harga Jual dari HPP

Kamu bisa menggunakan beberapa langkah sederhana berikut.

1. Hitung HPP Produk

Langkah pertama adalah menghitung total HPP. Jangan hanya memasukkan harga beli jika bisnis kamu memiliki biaya tambahan.

Misalnya, kamu membeli produk dengan harga Rp50.000. Kamu juga mengeluarkan biaya pengiriman Rp3.000 dan biaya kemasan Rp2.000. Maka total biaya produk mencapai Rp55.000.

Angka Rp55.000 tersebut menjadi dasar sebelum kamu menentukan harga jual.

2. Tentukan Persentase Keuntungan

Setelah mengetahui HPP, tentukan target keuntungan. Kamu bisa menetapkan persentase sesuai jenis produk, tingkat persaingan, dan kondisi pasar.

Contohnya, HPP sebuah produk mencapai Rp55.000 dan kamu menginginkan markup sebesar 20%.

Perhitungannya:

Keuntungan = Rp55.000 × 20% = Rp11.000

Kemudian, tambahkan keuntungan tersebut ke HPP:

Harga jual = Rp55.000 + Rp11.000 = Rp66.000

Dengan begitu, kamu bisa menjual produk dengan harga Rp66.000.

Gunakan Rumus Harga Jual

Rumus sederhana yang bisa kamu gunakan yaitu:

Harga Jual = HPP + (HPP × Persentase Keuntungan)

Sebagai contoh, sebuah produk memiliki HPP Rp100.000 dengan target keuntungan 25%.

Rp100.000 + (Rp100.000 × 25%) = Rp125.000

Jadi, kamu dapat menetapkan harga jual sebesar Rp125.000.

Namun, jangan langsung menetapkan harga berdasarkan rumus. Kamu tetap perlu membandingkan hasilnya dengan harga produk sejenis di pasar.

Bandingkan dengan Harga Kompetitor

Harga jual dari HPP harus tetap mengikuti kondisi pasar. Jika hasil perhitungan menghasilkan harga yang jauh lebih tinggi daripada kompetitor, cari tahu penyebabnya.

Kamu bisa meningkatkan nilai produk melalui kualitas, pelayanan, kemasan, bonus, atau layanan tambahan. Dengan begitu, pelanggan memiliki alasan untuk memilih produk meskipun harganya sedikit lebih tinggi.

Sebaliknya, jika harga jual terlalu rendah, cek kembali target keuntungan. Jangan sampai kamu mendapatkan banyak transaksi tetapi keuntungan bisnis tetap kecil.

Perhatikan Diskon dan Promo

Diskon juga memengaruhi keuntungan. Sebelum membuat promo, hitung harga setelah potongan agar nilainya tetap berada di atas HPP.

Misalnya, HPP produk Rp80.000 dan harga jual Rp100.000. Jika kamu memberikan diskon Rp15.000, pelanggan hanya membayar Rp85.000. Artinya, keuntungan kamu tinggal Rp5.000.

Karena itu, tentukan batas harga terendah sebelum menjalankan promo.

Catat HPP Secara Rutin

Perubahan harga bahan, biaya supplier, ongkos kirim, dan biaya operasional dapat mengubah HPP. Karena itu, lakukan pengecekan secara berkala.

Kamu juga bisa membaca panduan cara menentukan harga jual untuk memahami perhitungan harga secara lebih lengkap. Untuk membantu pencatatan transaksi dan data usaha, kamu dapat menggunakan sistem pencatatan bisnis.

Kesimpulan

Menentukan harga jual dari HPP membantu bisnis menetapkan harga berdasarkan biaya dan target keuntungan.

Mulai dengan menghitung HPP secara lengkap, menentukan persentase keuntungan, lalu membandingkan hasilnya dengan harga pasar.

Jangan lupa menghitung dampak diskon dan memperbarui HPP ketika biaya mengalami perubahan.

Dengan cara tersebut, kamu bisa menjaga harga tetap kompetitif sekaligus mempertahankan keuntungan bisnis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *